Pengawasan obat dan makanan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan produk yang dikonsumsi aman dan legal. Dalam Latihan Saka POM Krida Pemantauan di kantor lama BBPOM Banjarmasin, saya mengajak anggota Pramuka mengenal dan mempraktikkan penggunaan BPOM Mobile, Cek BPOM, serta aplikasi Pramuka SAPA untuk mendukung pengawasan obat dan makanan.
Belajar Menjadi Konsumen yang Jeli Bersama Saka POM
Hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2026, saya mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Saka POM Krida Pemantauan yang dilaksanakan di kantor lama BBPOM Banjarmasin.
Bertemu dengan anggota Saka POM selalu memberikan pengalaman yang menarik. Mereka bukan hanya datang untuk mendengarkan materi, tetapi juga dipersiapkan agar mampu memahami dan ikut menyebarluaskan informasi mengenai keamanan obat dan makanan kepada masyarakat.
Saka POM sendiri merupakan Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan, yaitu wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pengawasan obat dan makanan.
Dalam kegiatan kali ini, fokus pembelajaran berada pada Krida Pemantauan Obat dan Makanan. Saya mengajak peserta mengenal bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat melakukan pengawasan secara mandiri.
Pengawasan Obat dan Makanan Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Pemerintah
Di awal materi, saya mengajak peserta memahami bahwa pengawasan obat dan makanan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Badan POM melakukan pengawasan sejak produk belum beredar melalui proses registrasi, kemudian dilanjutkan dengan pengawasan terhadap produk yang sudah beredar serta sarana atau distributor yang mengedarkannya. Konsep ini dikenal sebagai Pre dan Post Market Integration.
Namun, pengawasan tidak akan optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah.
Masyarakat sebagai konsumen berada di titik akhir sebelum suatu produk digunakan atau dikonsumsi. Karena itu, masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan produk yang dibeli memenuhi ketentuan.
Kemajuan teknologi membuat peran tersebut menjadi semakin mudah dilakukan. Dengan smartphone yang ada di tangan, masyarakat kini dapat mengakses informasi produk dan melakukan pengecekan secara mandiri.
Mengenal BPOM Mobile
Salah satu aplikasi yang saya perkenalkan kepada peserta adalah BPOM Mobile.
BPOM Mobile merupakan aplikasi dari Badan POM yang dapat digunakan untuk mengecek Nomor Izin Edar (NIE), mendapatkan berita terbaru mengenai pengawasan obat dan makanan, memperoleh informasi terkait sirop aman, melihat produk yang ditarik dari peredaran, hingga melakukan pelaporan terhadap obat yang diduga palsu.
Peserta juga mempelajari cara mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut. BPOM Mobile dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store, kemudian berbagai fitur di dalamnya dapat langsung digunakan.
Salah satu fitur yang menarik adalah kemampuan melakukan pemindaian produk melalui 2D Barcode. Teknologi ini menjadi salah satu bentuk intervensi digital dalam pengawasan obat dan makanan.
Saya ingin peserta memahami bahwa teknologi pengawasan bukan sesuatu yang jauh dan rumit. Bahkan, masyarakat dapat ikut berperan hanya dengan memanfaatkan smartphone yang mereka gunakan sehari-hari.
Tidak Menemukan Barcode? Gunakan Cek BPOM
Selain BPOM Mobile, saya juga memperkenalkan Cek BPOM.
Cek BPOM merupakan sistem informasi publik yang mendukung keterbukaan informasi sekaligus membantu pengawasan obat dan makanan. Di dalamnya tersedia informasi mengenai produk yang telah teregistrasi, produk yang dibatalkan, hingga produk yang masuk dalam public warning Badan POM.
Cara menggunakannya juga sederhana. Masyarakat dapat mengakses cekbpom.pom.go.id, kemudian melakukan pencarian menggunakan nomor registrasi atau nama produk. Hasil pencarian akan menampilkan informasi detail seperti nomor registrasi, masa berlaku, nama produk, merek, kemasan, pendaftar, hingga produsen.
Saya berharap setelah mengikuti latihan ini, para anggota Saka POM tidak hanya mampu melakukan pengecekan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengajarkan cara tersebut kepada keluarga, teman, maupun masyarakat di sekitarnya.
Ada Produk Bermasalah? Pramuka SAPA Bisa Digunakan
Materi berikutnya yang tidak kalah menarik adalah aplikasi Pramuka SAPA.
Aplikasi berbasis Android ini dapat dimanfaatkan anggota Pramuka untuk melaporkan temuan produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti produk Tanpa Izin Edar (TIE), rusak, maupun kedaluwarsa.
Sebelum melakukan pelaporan, pengguna perlu memasukkan data toko terlebih dahulu, termasuk nama pemilik, nama toko, alamat, dan foto toko. Setelah itu, laporan pangan dapat dibuat dengan mengisi data produk, jenis izin edar, temuan, nomor izin edar, keterangan temuan, serta mengunggah foto produk.
Menariknya, pengguna juga dapat melihat status laporan melalui menu Pemberitahuan dan riwayat laporan melalui menu Daftar Laporan.
Bagi saya, ini menjadi salah satu bagian penting dari pembelajaran Saka POM. Anggota Pramuka tidak hanya belajar bagaimana mengenali produk yang bermasalah, tetapi juga mengetahui bagaimana menyampaikan temuan tersebut melalui sarana yang telah disediakan.
Dari Pramuka untuk Masyarakat
Saya selalu melihat kegiatan edukasi seperti ini sebagai kesempatan untuk menanamkan kebiasaan sederhana yang dapat dibawa pulang oleh peserta.
Ketika membeli produk obat dan makanan, biasakan untuk Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Di sinilah menurut saya peran Saka POM menjadi menarik. Anggota Pramuka tidak hanya belajar untuk melindungi dirinya sendiri sebagai konsumen, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
Kenalan dengan Saka POM
Bagi sebagian besar orang, mendengar kata “Pramuka” mungkin langsung mengingatkan kita pada momen berkemah, belajar tali-temali, atau menyanyikan lagu di sekitar api unggun. Tapi tahu tidak, kalau Pramuka hari ini punya wadah khusus yang super keren dan relevan dengan kehidupan sehari-hari kita? Namanya adalah Saka POM!Yuk, kita kulik santai apa sih sebenarnya Saka POM itu dan kenapa perannya penting banget buat kita semua.
Apa sih Saka POM itu?

Saka POM adalah singkatan dari Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan. Ini adalah organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang bekerja sama langsung dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Wadah ini dikhususkan bagi anggota Pramuka tingkat Penegak dan Pandega (usia 16โ25 tahun) yang punya rasa penasaran tinggi dan kepedulian terhadap apa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Di sini, mereka dilatih untuk menjadi “perpanjangan tangan” BPOM dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan produk yang kita pakai sehari-hari.
Belajar Apa Saja di Saka POM?
Jangan bayangkan pelatihannya hanya duduk diam mendengarkan seminar yang membosankan. Di Saka POM, anggotanya belajar lewat aksi nyata yang terbagi ke dalam 3 menu utama atau yang biasa disebut Krida:
- Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan: Di sini, anggota Pramuka belajar cara mendeteksi bahan berbahaya secara simpel. Jadi, mereka tahu cara membedakan mana makanan yang aman dan mana yang tercemar bahan kimia dilarang.
- Krida Pemantauan Obat dan Makanan: Krida ini melatih anggota untuk jeli melihat produk di pasaran. Mereka belajar cara mengecek penandaan, iklan produk, hingga mempraktikkan aplikasi digital resmi untuk pengecekan*. *(๐ ini yang saat saya bagikan di acara Latihan Saka POM hari ini ๐)
- Krida Informasi Obat dan Makanan: Nah, kalau yang ini cocok banget buat yang suka berbagi ilmu. Anggotanya dilatih menyusun berita yang valid (anti-hoaks!) dan cara menyampaikan informasi keamanan obat serta makanan ke audiens publik dengan cara yang menarik.
Senjatanya Andalan: Edukasi “Cek KLIK”!
Salah satu hal paling bermanfaat yang gencar disebarluaskan oleh anggota Saka POM kepada masyarakat luas adalah kebiasaan Cek KLIK sebelum membeli produk pangan olahan. Langkah mudah ini bisa kita tiru di rumah:
- Cek Kemasan: Pastikan wadahnya dalam kondisi baik, tidak penyok, bocor, atau menggelembung.
- Cek Label: Baca informasi produk dengan teliti.
- Cek Izin Edar: Pastikan produk terdaftar resmi (BPOM MD/ML atau PIRT).
- Cek Kedaluwarsa: Jangan sampai mengonsumsi produk yang sudah lewat tanggal batas aman.
Mengapa Kehadiran Mereka Penting buat Kita?

Di tengah maraknya peredaran kosmetik ilegal yang menjanjikan hasil instan tapi merusak kulit, atau jajanan yang dicampur bahan berbahaya, kehadiran adik-adik Pramuka Saka POM ini menjadi pelindung di garda depan.Mereka tidak hanya belajar untuk membentengi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga aktif turun ke masyarakat, sekolah-sekolah, hingga pasar tradisional untuk menularkan kebiasaan hidup sehat.Jadi, kalau nanti kamu melihat adik-adik Pramuka dengan atribut Saka POM sedang memberikan edukasi di fasilitas publik, yuk dukung aksi mereka! Karena lewat kepedulian mereka, kita semua bisa menjadi konsumen yang lebih cerdas dan terlindungi.
Teknologi Membuat Pengawasan Semakin Dekat
Pengawasan obat dan makanan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Materi Krida Pemantauan yang saya sampaikan hari ini mencoba menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengambil bagian dalam pengawasan tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kami di BBPOM Banjarbaru terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan. Semakin banyak masyarakat yang memahami cara mengecek legalitas dan keamanan produk, semakin kuat pula pengawasan yang dapat dilakukan bersama.
Saya berharap para anggota Saka POM yang mengikuti latihan hari ini tidak berhenti pada kemampuan menggunakan aplikasi.
Lebih dari itu, semoga mereka membawa pulang semangat untuk menjadi Pramuka yang peduli terhadap keamanan obat dan makanan, mampu menjadi konsumen yang cerdas, serta ikut menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
Karena pengawasan obat dan makanan bukan hanya tentang menemukan produk yang bermasalah. Pengawasan juga dimulai dari kepedulian, pengetahuan, dan keberanian untuk memastikan produk yang kita gunakan benar-benar aman.
