Beranda » Event » Kolaborasi Hisfardis Kalsel dan BBPOM: Mengawal Mutu Vaksin Melalui Penerapan CDOB

Kolaborasi Hisfardis Kalsel dan BBPOM: Mengawal Mutu Vaksin Melalui Penerapan CDOB

Pemberian vaksin adalah langkah krusial dalam dunia kesehatan, namun mutu vaksin sangat bergantung pada rantai distribusi yang baik. Menengok kembali catatan kegiatan pada tahun 2021, saya berkesempatan memaparkan pentingnya penerapan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) Vaksin di hadapan ratusan Apoteker, sekaligus menggalang komitmen Zona Integritas BBPOM Banjarmasin.

Menjaga Mutu Rantai Distribusi

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang sangat efektif untuk mengatasi penyakit akibat virus maupun bakteri. Namun, saya selalu mengingatkan bahwa peran Apoteker Penanggung Jawab di sarana distribusi merupakan faktor penentu utama. Tanpa penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), mutu vaksin dapat rusak sebelum sampai ke masyarakat atau fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami di Badan POM bertugas mengawal secara ketat keberhasilan program vaksinasi ini, khususnya dari aspek hulu ke hilir.

Kolaborasi Nasional Bersama Hisfardis

Mengingat pentingnya pengawasan distribusi, kami di BBPOM di Banjarmasin digandeng oleh Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (Hisfardis) Kalimantan Selatan untuk menjadi narasumber pada Webinar Nasional bertajuk “CDOB Vaksin” pada 20 Februari 2021. Acara yang digelar secara daring ini sukses menjaring antusiasme sekitar 400 orang Apoteker dari seluruh penjuru Indonesia. Pada kesempatan tersebut, saya (yang saat itu menjabat sebagai Subkoordinator SubKelompok Substansi Inspeksi) memaparkan detail teknis penerapan CDOB, mendampingi Plt Kepala BBPOM di Banjarmasin, Ibu Ary Yustantiningsih, S.Si., Apt., serta praktisi apotek apt. Riki Rinjani, S.Farm.

Komitmen Menuju Zona Integritas

Setelah pemaparan materi CDOB usai, kami memanfaatkan momentum berharga ini untuk melakukan sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sosialisasi ini ditujukan khusus kepada 35 anggota Hisfardis Kalimantan Selatan, mengingat kami sangat membutuhkan dukungan rekan-rekan Apoteker sebagai mitra strategis dan objek pengawasan kami. Meskipun deklarasi dan penandatanganan dukungan saat itu harus dilakukan secara virtual, saya sangat mengapresiasi besarnya komitmen dari seluruh anggota Hisfardis Kalsel untuk mendukung penuh langkah BBPOM di Banjarmasin (Saat ini menjadi BBPOM di Banjarbaru).


Tentang Leny Syanjaya